Andy Dufresney Si Cerdas yang Pantang Menyerah

the shawshank redemption (sumber:http://nerdist.com/wp-content/uploads/2016/02/the-shawshank-redemption-02122016.jpg)

[Ulasan Film] Secara garis besar film yang diproduksi oleh Warner Bros Pictures dan Castle Rock Intertaiment ini menceritakan tokoh bernama Andy Dufresney yang diperankan oleh Tim Robbins mengalami fitnah kejam dituduh pengacara membunuh isteri dan selingkuhannya, sehingga Andy Dufresney mendapatkan hukuman 2 kali seumur hidup di penjara Shawsank, Amerika Serikat.

Film yang diproduksi tahun 1994 ini, juga diperankan oleh aktor legendaris Hollywood, Morgan Freeman yang telah memerankan tokoh-tokoh fenomenal dalam kariernya di dunia perfilman. Morgan Freeman dalam film The Shawsank Redemption ini berhasil dengan baik memerankan tokoh bernama Ellis Boyd “Red” Redding yang menjadi sahabat Andy Dufresney saat mendekam di Penjara Shawsank.

Film yang berlatar tahun 1947 ini, Andy Dufresney sadar bahwa dia tak seharusnya mendekam di Penjara Shawsank seumur hidupnya, karena bukan dialah yang membunuh isteri dan selingkuhannya. Meskipun hati Andy hancur atas tindakan isterinya yang tega berselingkuh di belakangnya dan atas dakwaan tersangka yang dituduhkan kepadanya, sehingga ia menghuni Penjara Shawsank yang terkenal dengan kekejaman sipir dan para napi, Andy terlihat tegar menerima nasib. Hal itu tergambar jelas saat malam pertama Andy menghuni penjara. Andy tenang, tanpa mengeluarkan kata-kata apapun bahkan tangisan penyesalan hidup. Bandingkan dengan teman-temannya yang lain, pada malam pertama di Penjara Shawsank mereka menangis meminta dipulangkan dan ada yang disodomi oleh teman sekamar yang sudah lama menghuni kamar angker itu. Hal-hal itulah yang menjadi kewajaran saat mendengar kisah orang dipenjara. Pasti getir dan memilukan. Namun nampaknya, dibalik ketenangan Andy ternyata dia bergelut dalam pemikiran-pemikiran yang mendobrak tatanan sistem Penjara Shawsank.

Di dalam Penjara Shawsank, Andy bertemu dengan Red, panggilan akrab Ellis Boyd Redding, seorang pria berkulit hitam yang sudah mendiami Penjara Shawsank selama 20 tahun saat pertama kali Andy memasukinya. Di dalam Penjara Shawsank, Andy mendapatkan penjelasan seluk-beluk mengenai kehidupan di penjara melalui penuturan Red. Andy terkejud ketika Red menuturkan bahwa sebagian besar-hampir semua-orang yang menghuni Penjara Shawsank bukanlah orang yang bersalah, semuanya difitnah atas kekejaman hakim, pengacara, jaksa yang menuntut seseorang bedasarkan uang. Nampaknya inilah yang menjadi alasan yang kuat munculnya kesadaran Andy atas tindak kriminal sitem hukum di sana. Termasuk saat Andy berhasil membongkar praktik pencucian uang yang dilakukan oleh kepala Penjara Shawsank.

Poster Film The Shawsank Redemption (sumber: wikipedia)
Poster Film The Shawsank Redemption (sumber: wikipedia)

Sebelum masuk Penjara Shawsank, Andy sudah bekerja dalam bidang ekonomi. Kelimuan Andy dalam ekonomi tak bisa diragukan lagi. Selain bidang ekonomi, Andy menyukai ilmu geologi. Ia paham betul terkait macam-macam batu dan tingkat kekerasannya. Di dalam penjara, Andy juga sangat kreatif, ia berhasil membesarkan perpustakaan penjara yang ditinggalkan oleh seorang napi bernama Brokks Hatlen yang diperankan oleh James Whitmore. Andy yang cerdas sangat mempraktikan kelimuannya di dalam penjara. Ia mengubah penjara yang “angker” menjadi tempat yang menarik gudang ilmu pengetahuan dan dialog-dialog kritis.

Andy membesarkan perpustakaan di penjara dengan meminta bantuan buku-buku berkualitas dari pemerintah. Perpustakaan itu diberi nama “Brooks Hatlen Library”, namanya diambil dari sahabat Andy yang menghidupi perpustakaan Penjara Shawsank selama ia mendekam di sana. Brooks Hatlen adalah salah satu pria senior yang mendiami Penjara Shawsank. Kehidupan Brooks Hatlen di penjara dihiasi dengan perpustakaan keliling. Setiap malam, Brooks menggunakan gerobak berkeliling membawa buku-buku untuk dipinjamkan kepada teman-temannya di Penjara Shawsank. Brooks adalah seorang sahabat yang bermakna bagi Andy. Brooks selain penyayang buku dan ilmu pengetahuan, juga merupakan penyayang binatang dan tumbuhan. Brooks memungut dan merawat anak burung gagak yang ditinggalkan induknya. Saat Brooks mendapatkan bebas tanpa syarat di penjara Shawsank, burung gagak itu dilepas kembali ke alam bebas.

Meskipun demikian, kisah Brooks di dunia berujung mengenaskan. Hampir seluruh hidupnya ia jalani di penjara, setelah ia bebas dari penjara, Brooks merasa sangat depresi melihat perkembangan dunia yang begitu pesat. Brooks di masa muda sangat jarang melihat mobil, toko-toko, telepon, alat elektronik, dan lain sebagainya, namun saat ia keluar dari penjara ia banyak menemukan hal-hal tersebut. Brooks depresi, ia merasa terasingkan dari realitas kehidupan di sekitarnya. Brooks bekerja di sebuah minimarket, satu simbol kapitalisme yang berhasil membuatnya tak berdaya dengan majikan yang selalu membentaknya. Brooks tak kuat dengan semua itu, tubuhnya yang sudah menua membuat ia mulai putus asa dengan kehidupan. Brooks memutuskan untuk bunuh diri dengan menggantung lehernya. Kisah tragis Brooks adalah hasil dari sitem hukum pada saat itu yang begitu mencengkeram orang-orang yang seharusnya tidak bersalah.

Dari kanan ke kiri: Andy dan Red (sumber: capture Film The Shawsank Redemption)
Dari kanan ke kiri: Andy dan Red (sumber: capture Film The Shawsank Redemption)

Kembali kepada Andy sang genius yang tak gampang menyerah dalam kisahnya di Penjara Shawsank. Red bagi Andy adalah seorang sahabat yang mampu memenuhi setiap kebutuhannya. Bukan kebutuhan sex tentunya, tapi setiap barang-barang yang Andy butuhkan selalu disediakan oleh Red, tentu dengan cara menyelundupkannya di penjara. Tak mudah memang, namun berkat kecerdikan Red bekerjasama dengan napi lainnya, ia berhasil memberi Andy sebuah palu, poster, dan tali. Red sering bertanya-tanya dalam setiap renungannya, mengapa Andy membutuhkan benda-benda tersebut?

Tak disangka oleh Red, ternyata Andy menggunakan benda-benda tersebut untuk keluar dari penjara yang berdiri dengan sistem yang kejam dan korup tersebut. Andy menggunakan palu untuk menggali dinding kamar penjara yang kebetulan terletak di paling ujung berbatasan dengan saluran limbah Penjara Shawsank. Bayangkan, Andy dengan sabar menggali dinding penjara yang sangat tebal dan panjang selama 20 tahun. Kecerdasan Andy dalam bidang gelologi membuat dia paham bahwa jenis batu yan digunakan untuk bangunan Penjara Shawsank lumayan mudah untuk digali dengan palu yang ukurannya tidak panjang dari sebuah buku bacaan. Padahal dengan ukuran panjang itu, Red berfikir Andy bisa menembus dinding itu dengan waktu normal 600 tahun. Nah, bagaimana dengan poster dan tali? Untuk apa benda-benda itu semua dalam membantu Andy keluar dari penjara? Tentu Anda harus menjawab sendiri pertanyaan itu dengan menonton langsung film The Shawsank Redemption yang ciamik ini.

Intinya saat Andy berhasil keluar dari penjara, ia berhasil membawa dokumen bukti-bukti pencucian uang yang dilakukan oleh kepala penjara Shawsank. Akhirnya sang kepala penjara tersebut bunuh diri dengan menembak kepalanya dengan sebuah pistol revolver. Mohon maaf kerana saya membocorkan salah satu kisah di akhir film ini. Namun demikian, banyak sekali kejutan-kejutan yang menurut saya sangat banyak yang belum saya tulis dalam resensi ini. Terutama kisah Red yang selama 40 tahun di Penjara Shawsank dan berhasil keluar menyusul Andy. Namun Red keluar bukan karena ia kabur dari penjara, melainkan ia dibebaskan tanpa syarat secara legal dan sah. Nah, akhir kisah Red dan Andy inilah yang menurut saya sangat menarik untuk kita ingat dan pahami nilai-nilai amanatnya. Tentu tak akan saya ceritakan disini, biar Anda cari sendiri kisahnya dengan menonton langsung film berkualitas ini.

Film The Shawsank Redemption adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton selama ini. Terutama penggambaran tentang sang tokoh utama Andy Dufresne, yang cerdas berhasil mempraktikan segala pemikiran-pemikirannya, tanpa banyak omong dan menyombongkan diri. Nampaknya Tim Robbins telah sukses memerankan sang tokoh utama Andy Dufresne. Tim Robbins dengan aktingnya yang ciamik telah membawa saya untuk menonton film ini tanpa putus dengan sekali duduk. Maka segeralah menonton! Meskipun hanya dengan donwnload di situs layarkacara.org ataupun ganool.nl tanpa membeli DVD aslinya, he-he-he (meminjam istilah kawan saya Nicko Fernando).

Exsan Ali Setyonugroho-pengelola RBSS, penikmat film.

Trailer Film The Shawsank Redemption: