Manfaat Koleksi Buku Tua

Buku Kuno RBSS

Dari kecil saya memang gemar membaca. Entah itu koran, majalah, novel, atau buku. Sampai-sampai, saat membantu ibu di dapur, saat kecil dulu, koran bekas yang dipakai untuk membungkus cabe atau bumbu dapur lain sering kali saya baca. Ibu saya kadang jengkel juga dengan kebiasaan ini, karena saya jadi lebih fokus membaca koran bekas kumal itu daripada membantunya bekerja. Karena gemar membaca, saya jadi senang mengoleksi buku. Sekarang ini koleksi buku belumlah terlalu banyak dan saya ingin terus menambah koleksi ini karena obsesi saya, suatu saat nanti ingin punya perpustakaan sendiri jika koleksi buku saya sudah cukup.

Dari beberapa koleksi buku-buku saya, ada 3 buku yang menurut saya “istimewa”. Saya sebut “istimewa” karena umur buku-buku itu jauh lebih tua dari umur saya. Kebetulan semua buku-buku itu adalah buku agama dan diterbitkan penerbit yang sama, yaitu oleh Penerbit Bulan Bintang. Ketiga buku tersebut adalah Pedoman Dzikir dan Do’a (Prof. Dr. TM Hasbi Ash-Shiddieqy, terbitan 1959), dan Himpunan Hadiest-Hadiest Pilihan (H. Moenawar Cholil, terbitan 1956), dan Pedoman Shalat (Prof. Dr. TM Hasbi Ash-Shiddieqy, terbitan 1954). Jadi ketiga buku tersebut berusia antara 50-55 tahun! Itulah sebabnya kenapa saya sebut “istimewa”.

Lalu saya jadi bertanya, sudah berapa banyak orang yang sudah membaca buku ini? Sudah berapa banyak orang bisa mengambil manfaat dari buku ini? Karena buku ini buku agama, sudah berapa banyak orang yang tertolong karena shalatnya menjadi lebih baik atau lebih memahami cara berdzikir dan berdoa karena membaca buku ini? Atau berapa banyak orang yang tertolong untuk mendapatkan hadist-hadist shahih? Betapa mulianya fungsi sebuah buku. Lalu sayapun membayangkan berapa banyak pahala yang diperoleh oleh penulisnya karena buku yang ditulisnya. Saya beranggapan para penulis buku itu adalah orang–orang yang telah mengamalkan ajaran tuhan bahwa ilmu itu untuk dibagi-bagi. Para penulis buku adalah orang-orang yang telah berinvestasi untuk kehidupan masa depannya, bahkan saat ia telah mati sekalipun. Salah satu amalan yang tetap mengalir walaupun seseorang telah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat.

Buku Pedoman Zikir & Doa

Saya masih saja takjub dengan buku-buku tua yang saya punya itu. Buku itu telah berumur lebih dari 50 tahun, namun buku itu tetap mampu memberikan manfaat bagi saya (atau orang lain yang membacanya). Kertas buku itu sudah tak putih lagi, sudah menguning karena dimakan usia. Buku Hadiest-Hadiest Pilihan bahkan kondisinya paling mengkhawatirkan. Kertasnya sudah sangat menguning dan mulai gampang sobek jika tidak hati-hati memegangnya. Sampul depan dan belakang buku sudah mulai rusak. Perlu penanganan ekstra hati-hati agar buku ini tidak mudah rusak. Namun sejelek dan setua apapun kondisinya sekarang, tetap tak mengurangi arti dan manfaat dari isi yang dikandung buku tersebut!

Saya lalu mencoba membandingkan buku-buku tua tersebut dengan buku tulis baru dengan kertas putih bersih dan sampul buku yang tebal dan kilap. Buku tulis baru ini jelas dalam kondisi lebih baik dari buku tua. Tapi jika saya buka lembaran kertas buku-baru itu, tak ada manfaat apapun yang bisa didapat dari lembaran buku yang masih kosong. Jika diminta memilih, saya memilih ingin menjadi buku tua yang berisi daripada buku baru yang kosong.

Selayaknyalah kita menarik pelajaran dari buku tua ini. Ilmu yang kita ketahui, kemampuan yang kita kuasai, seharusnya dibagikan dan ditularkan kepada orang-orang disekitar kita. Jika kita sebagai pemimpin, kemampuan kita membagi ilmu, membuat rekan-rekan kerja kita lebih pintar dan lebih mengerti tidak hanya merupakan prestasi kerja tapi juga merupakan amalan yang akan dicatat oleh tuhan. Jangan biarkan diri kita menjadi buku baru kosong. Terlihat bagus diluar, namun tak ada isinya yang bisa diambil manfaatnya. Sesekali boleh juga kita merenung, selama sekian tahun kita hidup, peninggalan apa yang sudah kita wariskan di area kerja, di departemen tempat kita bekerja, di keluarga kita, atau di lingkungan sekitar kita. Apakah kita menjadi bagian dari buku tua yang berisi atau buku baru yang kosong?

“Ada 2 golongan orang yang merugi, yaitu orang yang mengumpulkan kekayaan tapi tidak bisa menikmatinya dan orang yang terpelajar tapi tak bisa mengamalkan ilmunya” (Syeikh Sa’adi Asy-Syirazi, 13M). Semoga kita tak termasuk dari 2 golongan di atas. []

Banyumanik, 23 Maret 2009

sumber: https://fsyofian.wordpress.com/2009/05/11/manfaat-buku-tua/