Stop Kriminalisasi Kiai Aziz & Para Petani Surokonto Wetan Kendal

13124580_10206286918358436_1851370865983005198_n

Lahan pengganti kawasan hutan di Rembang oleh PT Semen Indonesia menjadi masalah di Kabupaten Kendal. Kriminalisasi dan perampasan hak hidup terjadi. Kiai Nur Aziz (44), Sutrisno Rusmin (64), dan Mujiyono (40), petani Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengalami kriminalisasi oleh Polres Kendal dengan ditetapkan sebagai tersangka (3/5/16). Sebelumnya, 26 petani juga dimintai keterangan dan terancam dikriminalisasi.

Rovi Tri Kuncoro (Wakil Adm Perum Perhutani KPH Kendal) telah merampas hak hidup warga dengan melaporkan ke Kepolisian tentang penguasaan kawasan hutan oleh 450 kepala keluarga warga desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal. Tanah terlantar seluas 70 hektar selama ini menjadi penghidupan warga dengan digarap dan dikelola dengan ditanami jagung, singkong, padi gogo dan lainnya.

Tanah 400 hektar di Kendal posisinya sebagai tukar guling atas tanah milik Perhutani di Rembang yang terkena proyek pembangunan pabrik PT Semen Indonesia. Padahal jelas bahwa munculnya SK Menteri Kehutanan 3021/Menhut-VII/KUH 2014 tentang Penetapan dan Penunjukan sebagai Lahan Pengganti dari PT Semen Indonesia tanggal 17 April 2014 adalah cacat hukum. Lahan pengganti hasil kerja Tim Terpadu tidak memenuhi SK Menhut No 32/2010 sebagai dasar kerja Tim Terpadu karena lahan pengganti dalam sengketa serta tidak bebas dari segala jenis pembebanan dan hak tanggungan.

“Lahan pengganti itu garapan warga yang sebelumnya lahan hak guna usaha PT Sumur Pitu yang telantar. Sebelumnya, lahan itu gundul. Warga mengolah dengan pembagian hasil 1/3 untuk pihak PT dan 2/3 untuk warga. Kami punya bukti lahan itu milik negara. Kalau milik negara, apa bisa jadi lahan pengganti? PT Sumur Pitu hanya penggarap dan menelantarkannya. Sejak 1972, petani menggarapnya,” ujar Kiai Nur Aziz.

Dukung penghidupan dan perlindungan pada petani. Presiden Jokowi dalam Nawacita bagian 5 berjanji mendorong kesejahteraan dengan mengupayakan land reform dan program kepemilikan tanah untuk rakyat. Selama ini sengketa kawasan telah mengakibatkan banyak kekerasan. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban. PT Semen Indonesia dan Perhutani telah melanggar hukum. Kirim dukungan Anda dengan mengirim pesan “Stop Kriminalisasi Kiai Azis dan Para Petani Kendal” pada:

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: 0811990931
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya: 08121116061
Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko: 081329291698
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti: 087880188988
Kompolnas Adrianus Meliala: 0811181894