Gua Kare Potensi Wisata Terbaru di Rembang

12374963_1022771014452248_3397125703111737232_o
12374963_1022771014452248_3397125703111737232_o
Gua Kare, 13 Desember 2015

Rembang– Minggu, 20 Desember 2015 berbagai komunitas pencinta alam melakukan penelusuran ke Gua Kare, Kec. Pamotan, Kab. Rembang. Penelusuran ini diikuti oleh sekitar 20 orang yang terdiri dari pecinta alam Pamotan, Lasem, Rembang, dan Semarang.

Seminggu sebelum penelusuran para pecinta alam ke Gua Kare tersebut, Komunitas Rumah Baca Pamotan beserta berbagai elemen masyarakat Desa Pamotan sudah melakukan kunjungan ke sana, dengan format Kemah Lintas Alam yang juga melibatkan siswa SMA N 1 Pamotan. Dengan laporan kunjungan Komunitas Rumah Baca itulah penelusuran lebih serius dilakukan para pecinta alam pada Minggu, 20 Desember 2015.

Dipimpin oleh Djoemadi dari Yayasan KALAL, rombongan bertolak dari Sekretariat Komunitas Rumah Baca Pamotan (KRBP) dengan jalan kaki. Perjalanan ke Gua Kare dengan jalan kaki memerlukan waktu 40 menit dengan menempuh jarak kurang lebih 3 km, meskipun juga bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Dalam perjalanan rombongan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Selain kanan kiri ada hamparan ladang yang luas, pemandangan semakin eksotis dengan kehadiran beberapa kostin yang masih tegak berdiri sejak zaman Belanda. Aktivitas pembuatan gamping secara tradisional, juga ikut mengantarkan rombongan menuju Gua Kare.

Setelah melewati jalan setapak, rombongan harus melewati medan yang cukup curam dengan sudut kemiringan sekitar 40° sebelum memasuki Gua Kare. Tak habis-habisnya alam menyuguhkan pemandangan yang dahsyat, sungai purba dan bebatuan yang tersusuan rapi bagaikan sisi piramida di salah satu tebing Pegunungan Kendeng ini membuat pemandangan semakin mempesona.

Rombongan telah sampai di mulut Gua Kare. Memasuki gua, sontak hawa menjadi tambah sejuk. Di berbagai sisi gua terlihat beberapa tetesan air seperti gua pada umumya.  Gua Kare merupakan gua karst dengan beberapa ornamen yang indah dan menakjubkan. Gua ini merupakan rangkaian berbagai gua yang memiliki lubang-lubang yang saling berkaitan satu sama lain.

Rombongan semakin terperanjat kagum ketika ribuan kelelawar menampakan diri dengan balutan cahaya matahari yang masuk di celah-celah gua. Menurut Djoemadi, keberadaan kelelawar ini sangat penting untuk membantu petani mengatasi hama wereng maupun walang sangit menjelang musim panen tiba. Dengan kata lain, kelelawar di Gua Kare dan beberapa gua karts lainnya di Pegunungan Kendeng berfungsi untuk menstabilkan populasi hama. Oleh sebab itu, kelestarian gua-gua karts di Pegunungan Kendeng sangat penting bagi ketahanan pangan.

Dalam menelusuri Gua Kare, beberapa orang menemukan fosil-fosil binatang laut seperti fosil kerang, fosil karang sampai beberapa pecahan gerabah. Ini merupakan temuan baru yang tercatat di Gua Kare. Rombongan juga berhasil mengidentifikasikan beberapa hewan endemik Gua Kare, seperti kalacemeti dan beberapa serangga unik lainnya.

Temuan ini memang sering terjadi di beberapa gua karst di Pegunungan Kendeng. Karst sendiri merupakan kawasan yang berperan penting bagi kelangsungan biodiversitas di bumi. Biodiversitas sendiri memiliki peranan penting secara ekologi dan bagi masyarakat. Namun demikian, kawasan karst baru-baru ini mengalami ancaman kepunahan massal.  Kawasan Karst sebagai habitat dan juga asal usul peradaban terus dieksploitasi dengan berbagai macam pertambangan. Akibatnya ketimpangan ekosistem dan rantai makanan akan mempengaruhi kehidupan manusia.

Pemanfaatan karst dengan pertambangan yang merusak harus segera kita tinggalkan. Nilai ekonomi yang jauh lebih manusiawi sekaligus sebagai upaya pelestarian kasrt adalah pariwisata. Pegunungan Kendeng yang menjalar dari Lamongan Jawa Timur sampai Grobogan Jawa Tengah-terdapat ribuan gua yang sudah maupun belum teridentifikasi tersebut-memiliki potensi wisata yang dahsyat. Termasuk Gua Kare yang berada di Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang ini.

Rencananya, penelusuran Gua Kare kembali akan dilaksanakan pada Minggu, 27 Desember 2015. Penelusuran ini akan melibatkan lebih banyak komunitas di Kabupaten Rembang. Komunitas-komunitas tersebut antara lain: KRB-Pamotan; ISR-Rembang; KALAL-Rembang; JAR-Rembang; Komunitas Seni Sambilakung; Paguyuban Pelestari Pusaka Bhre Lasem; RBSS-Semarang; REPPALA; PMII-Unnes dan JMPPK-Rembang. [ ]

-Exsan Ali Setyonugroho

2 thoughts on “Gua Kare Potensi Wisata Terbaru di Rembang

Comments are closed.